Langsung ke konten utama

Nasihat Iman Hasan Al-Bashri yang Dapat Menguatkan Hati agar Tenang dan Bahagia

Ilustrasi: Baris-Ozer

BEBERAPA poin penting yang dapat kita petik dari nasihat Iman Hasan Al-Bashri adalah:

1.     Keyakinan bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah Swt. sehingga kita tidak perlu khawatir dan dapat bersikap tenang dalam urusan rezeki. Rezeki bisa berupa harta, pekerjaan, jodah, dan lain sebagainya.

2.     Kesadaran bahwa amal ibadah kita adalah tanggung jawab pribadi sehingga kita harus fokus beramal dan berbuat baik tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain.

3.     Pemahaman bahwa Allah Swt. selalu mengawasi dan melihat setiap perbuatan kita sehingga kita harus berhati-hati untuk tidak melakukan dosa dan maksiat. Pengawasan Allah Swt. tidak akan pernah luput meskipun manusia tidak dapat melihatnya.

4.     Kesadaran akan kedekatan kematian yang dapat datang kapan saja sehingga kita perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadapi kematian.

Dengan mengamalkan nasihat-nasihat ini, semoga hati kita semakin tenang, damai, dan bahagia dalam menjalani kehidupan. Mudah-mudahan kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin. [Yori].

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mengubah atau merubah?

Ranah Pesisir, Jurnalismuda — Mengubah atau merubah? Penulisan kedua kata ini sering kali terjadi keliru. Apalagi kamu yang masih baru dalam menulis, pastinya sering kebingungan dalam menggunakan kedua kata ini. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan ulas mengenai kedua kata. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini! (1)  Budi   mengubah susunan kalimat itu. (2)  Jaka tidak merubah susunan kalimat itu . Contoh kalimat (1) dan kalimat (2) di atas, jelas predikat tersebut memiliki penulisan   kata yang berbeda. Jadi, menurutmu, penulisan yang benar adalah mengubah atau merubah ? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), kata ubah dan rubah memiliki makna yang berbeda. Kata ubah merupakan kata kerja yang bermakna ‘tukar atau ganti’, sedangkan kata rubah adalah kata benda yang bermakna ‘binatang jenis anjing, bermoncong panjang, makanannya daging, ikan, dan sebagainya’. Secara morfologis, kata ubah memiliki kemampuan bergabung dengan beberapa afiks b...